‘Tidak ada contoh ayam mati karena kelaparan,
Masa hanya karena lapar kita nekat menjadi Penjahat,
Malu donk sama ayam,
Percayalah, Tuhan telah mengatur rizki setiap umatnya’
(Anton Medan 2010)
Kata-kata diatas masih aLe ingat saat sang mantan penjahat kelas kakap yg lahir dengan nama Tan Hok Liang itu diundang dalam acara Harmoni Islam bersanding dengan UJE disalah satu stasiun Tv swasta hari minggu kemarin.
Pria kelahiran Tebing Tinggi – Sumatera Utara 10 Oktober 1957 silam itu berbagi pengalaman bagaimana masa kecil beliau yg pahit, hingga membuatnya terpaksa menjadi penjahat. Pada intinya, karena lapar dan sering diolok-olok masysrakat sebagai orang jahat, akhirnya beliau memutuskan untuk menjadi penjahat sekalian.
18 tahun lebih beliau keluar masuk penjara, hingga menemukan hidayah dan insyaf untuk serius memeluk agama Islam, sejak sekitar tahun 1992. Beliau juga mendirikan Masjid Jami’ yg dinamai dengan nama lahir beliau (Tan Hok Liang) di daerah Cibinong.
Kini ayat-ayat Alquran dan Hadits juga dengan lancar beliau lafadzkan saat tampil diacara tsb mengiringi ceritanya. Beliau juga mengajak teman-temannya yg belum insyaf untuk segera bertaubat.
Dan satu lagi pesan beliau:
“Janganlah Masyarakat men-Judge Penjahat maupun Mantan Penjahat kepada siapapun. Masih ada kesempatan kedua, untuk itu kasih sayang dan keramah-tamahan lebih diharapkan akan dapat menghilangkan kejahatan dengan alami dilingkungan kita.”
Semoga bermanfaat dan selamat berbagi.
Sumber: www.alixwijaya.com.
