IBSN : Indonesia’s Beautiful Sharing Network
..ada kalanya kita perlu mengambil posisi terbawah untuk menyeimbangkan hidup kita… …

“Pak pernah mengalami disoreintasi hidup?” begitu sebuah pesan yang masuk di YM saya dua hari lalu dari sahabat saya yang juga seorang trainer di sebuah perusahaan pelatihan ternama.
“Maksudnya apa?” balas saya.
“Ya dis-orentasi hidup Pak, masa gak paham..?”
“Apa merasa hampa dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari gitu?”
“Ya… seperti itulah…” jawabnya.
Karena saya sudah ditunggu istri dan terburu-buru pulang – karena memang jam kantor sudah habis – maka saya hanya memberikan dua link postingan saya yang berjudul Pitstop! dan Catatan Tentang Sang Pelempar Bintang.
****
Sahabat sekalian, saya yakin di antara anda mungkin pernah mengalami hal itu. Merasakan hidup ini begitu kosong. Begitu menjemukan, serasa hidup hanya berpindah dari kegiatan satu ke yang lain. Hanya itu, tidak lebih!
Dalam dua artikel yang saya sebut di atas saya sudah menjelaskan penyebabnya, tapi saat ini saya hanya ingin memberikan penekanan saja, terkait dengan kasus yang dialami oleh teman saya tadi.
Saya tahu teman saya tadi begitu sibuk dari pelatihan satu ke yang lainnya. Dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Terakhir saya bertemunya seminggu sebelum percakapan lewat YM itu di sebuah kedai gado-gado langganan saya dan istri – ketika dia baru saja melatih di sebuah instansi pemerintah.
***
Saya mengibaratkan kondisi teman saya itu ibarat pada posisi atas pada putaran roda.
Posisi di atas ini bukan berarti dia sedang berjaya secara materi semata, tetapi posisi dia sebagai seorang trainer yang melatih banyak orang setiap saat adalah juga termasuk dalam posisi di atas. Artinya karena dia sebagai seorang pemateri dalam setiap pelatihan yang diadakannya maka dia otomatis menjadi pihak yang memberi, mentrasfer atau istilah mas Didin — — sebagai tukang kompornya!
Ya, dengan posisi semacam itu yang terus-menerus, secara tidak sadar mungkin dia merasa bahwa dia adalah sebagai pihak yang lebih baik, lebih tinggi dan lebih yang lainnya!
Dalam kondisi di atas sepeti itu dalam waktu yang lama maka dia harus mempertahankan keseimbangannya agar tidak jatuh, sehingga suatu saat dia akan merasa lelah dan capek! Di saat itulah keseimbangannya mulai goyah, dan jika tidak segera menyadari untuk beristirahat maka dia akan jatuh tersungkur!
Itulah yang dinamakan titik jenuh! Dimana setiap orang pasti akan mengalaminya – dengan kondisi yang berbeda tentunya.
Lantas bagaimana jika itu terjadi pada kita?
Sebaiknya adalah dengan perlahan kita harus memutar roda tadi dan menempatkan posisi kita di putaran bawah! Di sana kita beberapa saat menikmati posisi kita. Posisi terbawah!
Sungguh bukanlah suatu kehinaan ketika kita mau menyadari bahwa kita perlu istirahat dan melakukan pembaruan energi kita.
Pada posisi di bawah itu, kita mungkin akan banyak berposisi sebagai penerima daripada pemberi.
Di posisi bawah itu, kita mulai belajar lagi, mulai mendengarkan orang lain memberikan ilmunya pada kita.
Di posisi bawah itu kita bisa mencoba menjadi pelayan!
Ya orang yang melayani. Melayani orang lain dengan sepenuh hati, tanpa mengeluh dan tanpa pamrih. Karena pelayan ini akan mengikis perasaan kita yang senantiasa merasa di atas!
Pelayanan yang sederhana misalnya, memberikan perhatian lebih pada anak-anak dan keluarga kita yang mungkin selama ini terabaikan oleh kesibukan kita yang padat.
Mencoba melakukan hal-hal kecil bagi mereka. Membersihkan dapur, membantu menyiapkan buku pelajaran anak-anak kita. Belajar dari mereka bagaimana membuat kapal terbang dari kertas, menyiapkan sarapan dan sebagainya.
Ah… kok seperti itu?
Sahabat pernahkah Anda membaca atau mendengar bahwa Rasulullah s.a.w pun tidak segan-segan menjahit baju beliau yang robek, dan bukankah beliau juga suka membantu pekerjaan istrinya? Bukankah beliau juga pernah bermain kejar-kejaran bersama istri beliau?
Apakah semua itu hina bagi seorang pemimpin besar seperti beliau?
Tentu saja tidak! Karena kalaupun beliau mau, beliaupun bisa menyuruh orang lain dan mengangkat pembantu untuk melakukan itu semua! Tetapi itu tidak dilakukannya karena saya yakin ada pelajaran di sana buat kita semua!
Sahabat dalam konteks bermasyarakat, bentuk pemberian pelayanan itu bisa berupa keterlibatan kita dalam kegiatan-kegiatan yang “mungkin” menurunkan martabat kita sebagai seorang yang selama ini dianggap di posisi atas.
Seperti apa itu?
Seperti menjadi orang pertama yang membukakan pintu masjid dan mempersiapkan segala hal untuk solat jamaah di waktu subuh, dan menjadi orang yang terakhir menutup pintu masjid dan mematikan lampu-lampunya.
Atau bahkan lebih dari itu!
Dalam posisi di bawah itu kita mencoba menikmatinya, mencoba menghayati profesi baru kita dengan sepenuh hati. Dengan melakukan hal-hal semacam itu pada hakikatnya kita sedang memulihkan keseimbangan kita kembali pada posisi yang normal, karena kondisi kita yang berada di atas terus-menerus tadi telah membuat kita jadi manusia abnormal!
Selain itu pada saat yang sama kita telah memperbaharui jiwa kita. Mudah-mudahan dengan itu kita bisa secara perlahan kembali memutar roda itu kembali menuju putaran yang ada di atas!
Bukankah begitu sahabat?









yahhh..kadang² kita mmg harus mengalami titik kejenuhan untuk lebih mensyukuri apa yg seharusnya kita syukuri… :pray:
tapi lhaaaaaa…..kuq ada nama saya…?? udh mulai terkenal neh…
*sedang hampa* :dohh:
Siapa yang sahabat ya….. :alis: aku tah…….. B) lho bukannya pacar…….
Sik ngacir lewat genteng ajah ahhhhhhhhhhhhh……… takut dipukuli orang sekampung……………….
Serius dunk mbak pitri………………… :angry:
Nah mari ngitung uange orang terus nek serius terus nak bothak akuuuuuuuuuuu :dohh:
Pak…jangan menyebutkan nama tersangka disitu dunk (Didien)…. :10:
:! siap-siap dilempar kompor
ada yg sirikkkk krn aku udh mulai terkenal…wakakakakakakakakkkkkk :angguk:
Tante pitri kita lengserin aja dari jabatan camatnya yukkkk…
:10:
Roda berputar… seperti itulah kehidupan…..kadang di atas kadang di bawah…..akan terus berputar sampai sang khalik menghentikannya….. selalu bersyukur adalah nikmat dan kualitas hati terpenting……… :cheer:
Teks selanjutnya ilang…………………………………………………………………………………………….. :ask:
Wa mb fit n mas didien…. jangan perang disini dong…. tar dimarah pak RT loh…
Haiyaaaahhhh sapa tw yg terkenal……………….. Terkenal krn jual kompor ya maz!!
Kaburrrrrrrrrr*********……………………………….. maaf mas di suru mb fitri…………… :!
Tolong yach…. mas-mas, mbak-mbak yang cakep, guanteng, cantik, ayu,
coba kl coment tw yg seriuz dikit ky ika……. kan ga menuh2in….
kaya ika…… :alis:
Nah, pak, ini lagi hampa…. hiks….. :dohh:
Lagi belajar memaknai kenyataan dan mengakrabi hari-hari :angguk:
mungkin saat ini ane lagi dibawah…. :dohh:
roda terus berputar dan pililah putaran yang cepat atau lambat.
Daku pilih kalo pas di atas inginnya berputar dengan kecepatan 0,001 km/jam. jika di bawah, dengan kecepatan 0,001 km/msecond.
Saya gak mau dibawah ah … takut ketiban gitu :alis:
Rindu’s last blog post..IBSN: Kelopak Mawar Terakhir
iya seperti roda, kadang di bawah kadang di atas. Kalau lagi di atas, sering-sering lihat ke bawah. Kalau lagi di bawah, sering-sering lihat yang lebih bawah lagi. Kalau sedang berada di paling bawah, lihat lah hewan, tumbuhan, dan benda-benda mati di sekitar kita, sehingga kita akhirnya akan bersyukur atas keadaan diri kita.
Evyta’s last blog post..IBSN : Ketulusan Kata
aih… :ask:
seringkali kita terjebak di dua hal ya, pak:
1. rutinitas
2. kedudukan duniawi
agaknya saya tidak sepakat jika dikatakan bertindak sebagai trainer adalah posisi yang selalu memberi. lain halnya jika kita memposisikan diri untuk berbagi . *bukankah ini apa yang kita dapat di IBSN?*
jadi, menjadi trainer justru kesempatan yang besar untuk berada di bawah, karena dia melayani para traineenya. bukan semata dia lebih tinggi ilmu dan pengetahuannya, namun dia hanya lebih dulu mengalami. sekali lagi, pak, trainer bukan berada di atas, melainkan DI BAWAH…! :angry:
terus terang saya sewot sewaktu membaca tulisan ini. saya pun pernah merasa sedih ketika ada satu-dua trainee yang tidak bisa mendapat kompetensi yang seharusnya bisa kita sharingkan. itu adalah tanggung jawab kita, pak! bukan semata-mata trainer memiliki ilmu yang lebih banyak lantas dia enak saja mengatakan, “sudahlah, kita sudah berusaha maksimal untuk memberi ilmu kita,” SALAH BESAR…! :angry:
justru itulah titik baliknya untuk senantiasa mengevaluasi dirinya. bukan semata trainee yang tidak yang tidak dapat mencerna materi dari trainer, justru trainernya yang TIDAK MENGENAL BAIK traineenya, sehingga tidak dapat memilih metode pendidikan yang tepat…!
ini hanyalah contoh kecil, salah satu contoh saja, pak. bisa jadi kita akan menemui hal sejenis ketika kita merasa lebih berpengalaman lalu sadar-tak sadar menganggap diri kita lebih “berhak”. dengan demikian, insya Allah kita tidak akan terjebak dalam sebuah rutinitas sebagai trainer, dan/ataupun terjebak dalam jabatan duniawi untuk disebut sebagai trainer.
selebihnya saya juga mohon koreksi bila ada yang salah atau kurang berkenan. :alis:
terimakasih.
Algristian Hafid’s last blog post..IBSN: Pohon Kearifan
terkadang BT itu datang tanpa kita tau pasti penyebabnya :angry:
itmam’s last blog post..No Partai No Party
betewe yang posting kok ga pake ID… :cheer:
itmam’s last blog post..No Partai No Party
@ didien =>
tobat hattrick yah mas…. :angry:
itmam’s last blog post..No Partai No Party
huufhh..gi ada di fase jenuh niy…*maz didien mode on*
:pray:
tie2n’s last blog post..IBSN : Kebahagiaan itu belum untuk kami…!!
dimanapun posisi kita, di atas, di bawah atau di tengah-tangah roda, nikmati dan syukuri…,
akan terasa indahnya….
Irma’s last blog post..Monyet-monyet di Jalan Protokol
Inginnya bicara banyak. Tentang hampa yang pernah jadi teman hidup bertahun. Tapi nanti seperti murid yg menggurui. Bukan guru yg menggurui. Artinya buang garam dilaut.
Berbagi cerita aja tentang RODA ya.
Baru2 ini ada yg telphon
* ucapnya: “Aku banyak sakitin kamu, izinkan ke rumah untuk minta maaf.
supaya hidupku lapang”.
* jawabku: “sudah lama sy maafkan. Ga usah ke rumah, sy ga’ siap. sy doakan Allah memberi jalan keluar terbaik”.
Dia masih memaksa, sy tak bergeming.
Teringat … ketika itu dia figur yang disukai disegani banyak orang termasuk fansnya yg seabrek. Sy ada dalam hidupnya, sebagai penyeimbang. Saat karir dan pamornya naik, sy coba wanti2. Sementara sikapnya makin se-mena2. Roda berputar, tersaksikan kejatuhannya akibat tak mampu tempatkan diri.
* Sedikit masukkan:
Hampa boleh jadi terbentuk karena adanya ke tidak seimbangan. Biasanya melalui proses panjang, dimana dikemudiannya tak melihat titik terang sebagai jalan keluarnya.
dinda27’s last blog post..suara tangis dari ruang hampa
maunya sih di atas, tapi komennya telat jd paling bawah deh :10:
terus berputar….
hmmpphh…
*merenung mode ON*
nisa’s last blog post..Sedikit Perbincangan di akhir Pekan
nice post pak..!
sepakat bin setuju pisan..!
lebih baik kita menjadi orang yang dianggap rendah oleh orang lain deh..!
kita bisa melakukan apa saja, tanpa ada orang yang terlalu menyorot kita, teralalu perhatian ke kita.
tapi bukan berarti kita harus tetap di bawah kan pak! ya kan?
imuhamadi’s last blog post..istikharah: postingan curhat #2
lagi di bawah neh… :pray:
hmmm,,idup gue mungkin lg d tengah2,, :alis:
kahfinyster’s last blog post..yeah,,mpat hari,kejadian busuk,, part 2,,
hooo udah lama ga mampir… ternyata ada roda disini… :ask:
ada roda, ada dibawah, ada kehampaan… :angguk:
putaran kehidupan memang ga pernah sepi akan hikmah…
jadi beruntunglah saya yang mendapatkan hikmah kali ini pada artikel ini…
-gbaiq-
[senyum]
=== === ===
gbaiquni’s last blog post..ternyata… asem banget..!
satu lagi ah… kan udah lama ga mampir… B)
-gbaiq-
[senyum]
=== === ===
gbaiquni’s last blog post..ternyata… asem banget..!
okay, lets make better life..
hi guyz, aymisyu, aylopyuol.. ^_^
cantigi™’s last blog post..IBSN: Hidup itu indah
Kalo di renungi lagi dibawah nie
siap – siap naik ke atas lagi ah bosen di bawah :pray: :pray:
nelangsa’s last blog post..Awal Maret
“RODA” itu berputar menurut ukuran roda itu sendiri. seperti jua perputaran waktu. dimulai Minggu dan pasti ketemu hari Minggu lagi.
Perputarannya menurut hukum dr Tuhan, ada yg 24 jam, 7 hr, 1th, 1abad dll.. Tergantung ukuran roda waku itu.
…dan pertanyaanya, seberapa besarkan “roda waktu” kita?
maaf coment nya tlat..:D
Memang Roda itu berputar…di ibarat kan kita setiap hari bangun pagi-mandi-makan-siang lagi-sore lagi-malam lagi-trus bobo deh…
dan selanjutnya seperti itu…. B)